Malam Penghujung Hayat Part III
Namun musibah memang tak dapat terelakkan, disaat Suparman bekerja ternyata Suparman lengah dengan keadaan badannya yang sudah letih namun tetap melakukan
pekerjaannya tersebut, sehingga pada saat itu pula kaki suparman tertancap
sebuah paku yang telah berkarat,Suparman tak pernah mengira bahwa terkena paku
tersebut dapat membahayakan dirinya dan ternyata betul, setelah kaki suparman
terkena paku tersebut mulailah nyeri yang sangat amat menyakitkan bagi suparman
hingga membuat dirinya terjatuh dan pingsan di tempat, hingga beberapa saat
kemudian suparman terbangun dan melihat dirinya sudah berada di rumah sakit dan
sang istri sarinah pun menemaninya di sana sambil menangis dan berkata,
"Owalah pak knapa bisa jadi begini to pak.... Hu.... Hu.... Hu.... " Sambil
menyeka air mata sarinah mengucapkannya. Melihat suparman siuman dari
pingsannya sarinah pun mengucap syukur kepda Tuhan masih di beri kesempatan
untuk bertemu dengan suparman lagi. Terengah-engah dalam tabung dan gas
suparman mengucapkan sebuah kata yang mampu membuat hati sang istri kembali
tabah yakni,
" Sudah bu.... Mungkin ini sudah suratan dari Sang Maha Kuasa, kita hanya
melaksanakan tugas dalam kehidupan ini bu... Untuk menjadi pribadi yang baik
yang nntinya akan menjadikan kita mulia di sisi Tuhan yang Maha Esa, kalau
bapak di berikan musibah seperti ini ya menang Tuhan lebih sayang pada bapak
bu..... Dengan menguji demikian kita bisa sabar atau tidak dalam menghadapi
masalah ini".
Dengan nafas yang tak beraturan suparman mengatan itu kepada
istrinya. Tak lama setelah itu suparman kembali pingsan dan kemudian sarinah
panik memanggil dokter, ternyata suparman dalam keadaan koma, betapa hancur
hati sang istri melihat suami tercintanya kini terbujur di atas kasur tak
berdaya. Singkat cerita suparman koma hingga tiga hari dan kemudian suparman
siuman kembali melihat istrinya setia menemani di sampingnya, namun ada hal
yang sangat menggembirakan suparman yakni kedua anaknya berada pula di
sampingnya mendoakannya semoga cepat sembuh.
Malam itu tepat pada malam rabu suasana di kamar
pasien yang di tempati oleh suparman terasa hening, anak-anak, istri, menantu,
dan cucu suparman semua berkumpul hingga suparman mengucapkan sebuah kata yang
sangat mengherankan yakni
" Bu.... Nanti kalau bapak sudah nggk ada ibuk iku anak-anak ya biar hidup
sampean terjamin" Tersentak dada sarinah dan kemudian menangis sambil
menjawab,
" Iya Pak aku turutin permintaan sampean pak" Sarinah menangis sejadi-jadinya
hingga anak-anaknya pun juga ikut menangis. Kemudian suparman pun mengatakan
kalimat syahadat dengan di bantu anak bungsunya karna dia anak laki-laki
suparman satu-satunya, tepat setelah mengucapkan hal tersebut suparman pun tak
sadarkan diri kembali alias kembali ke pangkuan Tuhan yang Maha Esa yakni
suparman pun meninggal dengan segala keikhlasan dari keluarganya tepat pada
malam itu pukul 09.36 WIB.
Pelajaran yang dapat kita dapatkan dari
cerita tersebut adalah bahwa rezeki, maut dan jodoh itu adalah kehendak Tuhan,
kita sebagai hambanya hanya berusaha untuk menjadi pribadi yang baik dan
beramal solih agar selamat di dunia maupun di akhirat kelak.

1 Response to "Malam Penghujung Hayat Part III"
Lanjutkan.....👍👍
Terus berkarya bang....🤭😀
Post a Comment