"Ambeci'i Satru Iku Panungguling Kahutaman, Kridaning Ati Ora Biso Mbedah Kutaning Pasti, Budidayane Manungso Ora Biso Ngungkuli Panguasane Kang Moho Kuoso"

Puisi Rindu


Sekilas terlintas dalam keadaan sadar diri ini 
Namun tak merasakan kesadaran yang haqiqi 
Hanya satu organ dari tubuh ini yang merasakan geli 
Geli yang menggelitik sedetik setelah ada bayangan yang terbesit yang di rasakan Hati, 
 ***

Terkekang dalam kerinduan yang ternyata tak terbendung 
Seakan-akan tubuh dan hati ini bersenandung sebuah kidung 
Terkatung-katung perasaan merindu yang tak terhitung 
Mencekik dan mencabik-cabik ketenangan jiwa dan kemudian membuat bingung, 
*** 

Jika sesakit inikah sebuah kerinduan, lantas mengapa kau pergi berbalut kebahagiaan 
Seakan menyampaikan bahwa tak akan ada yang perlu di khawatirkan 
Nyatanya khawatir tak datang, malah kerinduan ini yang semakin menekan 
Menekan setiap sendi dan pembuluh darah di sekujur badan, 
***

Kelak jika kau kembali dalam hangatnya pelukan di ujung senja 
Tak akan ku lepaskan lagi kau seperti sedia kala 
Karena harga sebuah rindu hanya bisa di bayarkan oleh segenap luka, 
Luka yang menganga akibat ulah rasa yang sedemikian terisak dalam dada. 
Darussalamah, Senin, 20 Juni 2023

Subscribe to receive free email updates:

1 Response to "Puisi Rindu"

Anonymous said...

Mantap!!!